Yang Dibolehkan Saat Puasa

Diantara Hal-Hal Yang Diperbolehkan Saat Berpuasa Diantaranya adalah :

1. Masuk Waktu Fajar dalam Keadaan Junub

‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma berkata,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam pernah menemui waktu fajar dalam keadaan junub kerena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa salam mandi dan tetap berpuasa.” ( HR. Bukhari )

2. Bersiwak/Menyikat Gigi

Bersiwak adalah sesuatu yang dianjurkan secara syar’i sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam,”Seandainya memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk menyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.” ( HR. Bukhari )

3. Berkumur-kumur dan Memasukkan Air ke dalam Hidung

Ketika berpuasa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam juga berkumur-kumur dan memasukkan air kedalam hidung, namun tidak sampai berlebih-lebihan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda,”Sempurnakanlah wudhu dan basuhlah celah-celah jari. Bersunguh-sungguhlah dalam beristinsyaq ( memasukkan air dalam hidung ) kecuali jika engkau berpuasa.” ( HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa’I ). Dan juga tidak mengapa jika orang yang berpuasa berkumur-kumur meski tidak karena wudhu dan mandi.

4. Bercumbu (Mubasyaroh) dan Mencium Istri ketika Puasa Bagi Orang yang Mampu Menahan Syahwatnya

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,”Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam biasa mencium dan mencumbu istrinya sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa salam dalam keadaan berpuasa. Beliau shallallahu ‘alaihi wa salam melakukan demikian karena baliau adalah orang yang paling kuat menahan syahwatnya.” ( HR. Bukhari dan Muslim ). Mubasyaroh saling bersentuhnya kulit (bagian luar) antara suami istri selain jima’ (bersetubuh), seperti mencium. (Shohih Fiqih Sunnah, 2/111). Masyruq bertanya kepada ‘Aisyah,”Apa yang dibolehkan bagi seseorang terhadap istrinya ketika puasa? ‘Aisyah menjawab,’Segala sesuatu selain jima’(Bersetubuh)’.” (Riwayat ini disebutkan dalam Fathul Bari, 6/176, Asy Syamilah. Lihat Mushonnaf Abdur Rozaq no. 7439, Asy Syamilah)

5. Bekam dan Donor Darah Jika Tidak Membuat Lemah

Ibnu Hazm mengatakan,”Hadits yang menyatakan bahwa batalnya puasa orang yang melakukan bakam dan orang yang dibekam adalah hadits yang shohih – tanpa ada keraguan sama sekali. Akan tetapi, kami menemukan sebuah hsdits dari Abu sa’id : “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam member keringanan bagi orang yang berpuasa untuk berbekam”. Sanad hadits ini shohih. Maka wajib bagi kita untuk menerimanya. Yang namanya keringanan pasti ada setelah adanya ‘azimah ( pelarangan ) sebelumnya. Hadits ini menunjukkan bahwa hadits yang menyatakan batalnya puasa dengan bekam adalah hadits yang telah dinaskh ( dihapus ).” ( Dinukil dari Irwa’ [4/75] )

6. Mencicipi Makanan Selama Tidak Masuk Dalam Tenggorokan

Ibnu ‘Abbas mengatakan,”Tidak mengapa seseorang yang sedang berpuasa mencicipi cuka atau sesuatu, selama tidak masuk sampai ke kerongkongan.” (HR. Ibnu Syaibah dalam Mushonnaf. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ mengatakan bahwa hadits ini hasan)

7. Mandi dan Menyiramkan Air di Kepala untuk Membuat Segar

Dari Abu Bakar, beliau berkata,”Sungguh, aku melihat Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa salam di Al ‘Aroj menguyur kepalanya karena keadaan yang sangat haus atau sangat terik dengan air sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa.” ( HR. Abu Daud )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s